SULAWESI UTARA — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Momentum tersebut perlu dimaknai sebagai kesempatan untuk merefleksikan kembali arti kemerdekaan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang mandiri, berintegritas, dan sejahtera.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPD Monitor Aparatur untuk Negara dan Golongan (MAUNG) Sulawesi Utara, Hj. Ivone Makaminan, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemberdayaan Wirausaha UMKM Indonesia (APWUI).
Menurut Ivone, semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kemerdekaan, kata dia, bukan hanya sebuah peristiwa sejarah yang diperingati setiap 17 Agustus, melainkan nilai yang harus terus dihidupkan melalui pengabdian, pemberdayaan dan kontribusi positif.
«“HUT RI ke-81 bukan sekadar seremonial kemerdekaan. Semangat kemerdekaan harus kita wujudkan melalui karya, pengabdian, pemberdayaan masyarakat, serta upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Ivone.»
Ia menilai pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu bagian penting dalam mengisi kemerdekaan. Penguatan kapasitas pelaku usaha, perluasan akses pasar dan peningkatan daya saing dinilai dapat membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat.
Sebagai Ketua Umum APWUI, Ivone menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan UMKM sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi masyarakat.
“Masyarakat yang mandiri secara ekonomi akan memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang dan berkontribusi bagi daerah. Karena itu, semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan menjadi semangat untuk bekerja, berusaha dan menciptakan peluang,” katanya.
Irfan Katili: Kemerdekaan Juga Berarti Memerdekakan Pikiran
Sementara itu, Wakil Ketua DPD MAUNG Sulawesi Utara, Irfan Katili, menyoroti pentingnya membangun integritas sebagai bagian dari upaya mengisi kemerdekaan.
Menurut Irfan, masyarakat perlu memaknai kemerdekaan secara lebih luas, termasuk membebaskan diri dari pola pikir yang dapat mendorong terjadinya penyalahgunaan kewenangan dan tindakan yang bertentangan dengan hukum.
“Momentum kemerdekaan ini harus menjadi refleksi bagi kita semua untuk memerdekakan diri dari pikiran-pikiran koruptif yang dapat menggerogoti integritas dan pada akhirnya mendorong seseorang melakukan tindakan melawan hukum,” ujar Irfan.»
Ia mengatakan, pencegahan korupsi tidak semata-mata berkaitan dengan penindakan setelah terjadi pelanggaran. Menurutnya, membangun budaya integritas dan kejujuran sejak dari pola pikir merupakan langkah penting dalam menciptakan kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang sehat.
«“Kita telah merdeka sebagai bangsa. Tantangan berikutnya adalah menjaga kemerdekaan itu dengan membangun karakter yang jujur, bertanggung jawab dan menghormati hukum. Jangan sampai kebebasan yang kita miliki justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi yang merugikan masyarakat,” katanya.»
Irfan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan HUT RI ke-81 sebagai momentum memperkuat kesadaran hukum, integritas dan tanggung jawab sosial.
Kemerdekaan sebagai Tanggung Jawab Bersama
Ivone dan Irfan sepakat bahwa mengisi kemerdekaan merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat dan generasi muda memiliki peran masing-masing dalam menjaga nilai-nilai kemerdekaan sekaligus mendorong kemajuan daerah.
Bagi Sulawesi Utara, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kepatuhan terhadap hukum, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pembangunan.
“Kemerdekaan bukan hanya warisan dari para pahlawan, tetapi amanah yang harus kita jaga dan lanjutkan. Mari kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata, integritas, persatuan dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Ivone.
Peringatan HUT RI ke-81 pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat optimisme dan semangat kebersamaan masyarakat Sulawesi Utara dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Semoga semangat kemerdekaan terus menjadi energi untuk membangun Indonesia yang maju, berintegritas dan sejahtera.
Tags:
dokumentasi APWUI