Gambar Konten
Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Haul ke-6 Habib Muhsin Diisi Aksi Sosial, Al Hikam Bitung Bagikan Takjil kepada Masyarakat

BITUNG | SUARA INDONESIA RAYA - Peringatan Haul ke-6 pendiri Majelis Al Hikam Cinta Indonesia, Habib Muhsin Bin Abdullah Bil Faqih, diisi dengan kegiatan sosial berupa pembagian takjil kepada masyarakat, Minggu (1/2/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di depan Indomaret yang berada di samping Polres Bitung, dengan menyiapkan sebanyak 350 paket takjil untuk dibagikan kepada warga dan para pengguna jalan yang melintas. Takjil yang dibagikan berupa bubur ayam dan aneka kue bagi jamaah serta masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.


Aksi sosial ini menjadi bagian dari rangkaian haul sekaligus momentum memperkuat kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Pelaksanaannya didukung penuh oleh partisipasi jamaah dan para donatur yang berkontribusi secara sukarela. Seluruh dana yang terkumpul dimanfaatkan sepenuhnya untuk kebutuhan penyediaan dan distribusi takjil.

Selain sebagai wujud penghormatan kepada almarhum, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian dalam berbagi antar sesama.

Secara syariat, berbagi takjil memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Tradisi ini bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan bagian dari ibadah yang mengandung nilai pahala besar di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikit pun.” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menegaskan bahwa memberi makan untuk berbuka, meskipun hanya dengan seteguk air atau sebutir kurma, tetap bernilai pahala besar.


Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 261, Allah SWT juga menegaskan keutamaan bersedekah di jalan-Nya yang diibaratkan seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dan pada tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Ayat tersebut menjadi penguat bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan mendapatkan balasan berlipat ganda.

Hakikat berbagi takjil bukan terletak pada besar kecilnya pemberian, melainkan pada keikhlasan niat dan ketulusan hati dalam membantu sesama. Di dalamnya terkandung nilai solidaritas sosial, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan empati terhadap mereka yang membutuhkan. Ramadan menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, majelis juga menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Khamenei, yang berpulang pada usia 86 tahun.


Koordinator Majelis Al Hikam Bitung, Ridwan Ahmad, mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk penghormatan kepada almarhum Habib Muhsin sekaligus wujud kepedulian sosial jamaah.

Menurutnya, haul bukan sekadar mengenang sosok yang telah wafat, tetapi juga momentum untuk melanjutkan ajaran kebaikan yang telah ditanamkan, salah satunya melalui kegiatan berbagi kepada sesama. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kota Bitung.

Ridwan Ahmad juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah serta para donatur yang telah berpartisipasi secara sukarela. Berkat kebersamaan dan kekompakan tersebut, kegiatan pembagian takjil dapat berjalan dengan lancar, tertib, dan tepat sasaran.   RED

Baca Juga
Baca Juga
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak