BITUNG | Suara indonesia raya - Gerakan kepedulian sosial bertaraf global kembali menggema di Kota Bitung. Pemuda Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Misi Minut–Bitung melaksanakan Global Youth Day 2026 secara serentak bersama jutaan pemuda Advent di seluruh dunia, dengan fokus pada aksi nyata bagi masyarakat.Kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi langsung menyentuh masyarakat melalui pembagian sembako dan buah-buahan kepada warga yang ditemui di berbagai titik di Kota Bitung. Aksi ini menjadi simbol kuat nilai toleransi, kepedulian, dan pelayanan lintas batas.
Ketua Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Daerah Misi Minut–Bitung, Pdt. Lerry Raranta, S.Th, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan yang berkelanjutan.
“Global Youth Day bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan nyata untuk menanamkan rasa toleransi, kepedulian, dan kasih kepada sesama tanpa memandang latar belakang,” ujarnya.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE , yang hadir bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bitung, Ny.Ellen Honandar-Sondakh. Kehadiran pemerintah menunjukkan dukungan kuat terhadap gerakan sosial berbasis komunitas keagamaan.
Dalam sambutannya, Wali Kota menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda yang peduli dan berintegritas.
“Ini adalah kegiatan yang sangat positif dan patut terus dilakukan. Pemuda memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua LP-KPK Kota Bitung, Welfrits Jacobus, S.Sos, yang juga menjabat sebagai Ketua Jemaat MIZPA Perumnas Girian. Ia menilai kegiatan ini sebagai contoh konkret kolaborasi antara nilai keagamaan dan kepedulian sosial.
“Gerakan seperti ini harus menjadi inspirasi bersama. Kepedulian sosial adalah fondasi penting dalam membangun kota yang berkeadilan dan berkeadaban,” tegasnya.
Dengan semangat “Be the Sermon” yang diusung dalam Global Youth Day, para pemuda Advent di Bitung membuktikan bahwa aksi kecil yang dilakukan bersama dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat citra Kota Bitung sebagai kota yang menjunjung tinggi nilai toleransi, kebersamaan, dan solidaritas sosial di tengah keberagaman. Sof
